Bismillahirrahmanirrahim..
Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji bagi Allah karena atas rahmatnyalah kita masih diberikan nikmat sehat dan nikmat waktu luang yang sangat berharga hingga saya masih diberi kesempatan untuk berbagi cerita disini dan teman-teman yang dengan senang hati mau membaca cerita saya :) Salawat serta salam semoga Allah sampaikan pada baginda besar yang mengantarkan para umatnya dari jaman jahiliyah sampai ke jaman yang terang benerang, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, karna atas perjuanganyalah kita dapat merasakan kedamaian,dan kenikmatan beragama.
Kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman baru saya mengikuti acara Leadership kemarin.
Tepatnya Jum’at,24 Oktober 2014 bertempat di D’CAMP alam madani Lembang-Bandung, Jawa Barat.Sebelumnya saya tau berita tentang acara ini dari salah satu akun Rohis di media sosial, dari sini saya tau bahwa ‘Rumah Rohis’ akan mengadakan acara LEADERSHIP SURVIVAL CAMP yang akan diikuti oleh semua anak
rohis di Nusantara.
H-2 sebelum
pendaftaran ditutup saya masih ragu untuk mengikuti acara ini, karena keuangan yang belum ada bayangan sama sekali. Tepatnya H+1 sesudah pendaftaran ditutup dan dibuka kembali untuk pendaftaran sesi ke 2 tidak buang-buang waktu lagi saya langsung mendaftarkan diri untuk ikut LSC#1. Alhamdulillah dapat nomor urut 105 setelah nama tercantum dan melihat banyak anggota rohis dari berbagai daerah,sayapun berfikir untuk mengajak teman-teman Rohis di sekolah saya,
Alhamdulillah ada teman saya yang mau ikut berpetualang dengan saya hehehe dan dia pun juga ikut mendaftar,selisih hanya dua hari dia mendapat nomor urut 147.
#MENUJU LSC
H-1 saya dan teman saya mulai panik untuk perjalanan besok,kita baru sadar kalo salah satu diantara kita nggk ada yang tau jalan ke bandung, berhubung kami biasa main di kampung sendiri dan karena ini kali pertama kita jalan ke daerah lain, soalnya kalo ada acara ke luar daerah pasti karena acara dari sekolah, selebihnya jarang banget jalan sampe ke luar daerah :D malemnya baru kita sepakatin dengan pembina Rohis, dan akhirnya tercetusnya sebuah kesepakatan bersama #MasyaALLAH :D
Sesuai kesepakatan kita kumpul di terminal Depok jam 7pagi, dan naik bus “MGI”, dengan uang seadanya dan disesuaikan dengan ongkos perjalan kesana dengan semangat kamipun melangkah pasti disertai restu orangtua. Sekian lama menunggu di Bus akhirnya Bus kitapun jalan pukul 08.30.
Setelah kurang lebih 5 jam perjalan kita sampai di terminal bandung. Alhamdulillah ternyata perjalanan
kurang berjalan mulus, karna pas sampe di terminal bandung sepatu yang saya pakai mengalami tragedi :D dan sayapun mencari pedagang yang jual lem untuk bembetulkan sepatu saya heheh tapi sayang di terminal bandung saya gak ketemu lem akhirnya dengan sepatu yang begitu adanya saya,teman saya dan pembinapun melanjutkan perjalanan ke Lw.panjang, sesampainya disana tepat sesudah sholat jum’at selesai kamipun memutuskan untuk sholat dzuhur di jam’a qosor, Alhamdulillah sesuda sholat saya menemukan penjual lem :D dan untuk sementara waktu sepatu sayapun terselamatkan. Dari Lw.panjang kami melanjutkan perjalanan menuju ke pasar lembang dengan bantuan pak polisi yang kami tanya tadi,kamipun diberitahu angkutan umum yang harus kami tumpangi,sesudah sampai di pasar lembang kami masih harus mencari angkutan yang menuju ke lokasi yang kami tuju. Dan angkutan
terakhir yang kami tumpangi kalo gak salah warnanya kuning dan abang supirnya itu sudah agak berumur, dalam bayangan kami sedikit lagi kami bisa sampai di lokasi tapiiiii ternyata perjalanan belum usai.
Kami masih harus melewati jalan yang terjal,belubang dan tanjakan yang istimewa banget. Untung abang angkot yang kami tumpangi sudah jago heheh jadi jalan laju angkotnya mulus banget tanpa ada rasa gajlukkan sedikitpun :D saya duduk tepat di belakang abangnya, tadinya saya mau tanya dimana kita bisa turun umtuk ke lokasi LSC#1 tapi abangnya lagi serius nyupir. saya pun ikut santai sambil melihat-lihat jalan dengan muka serius melihat ke arah jalan dan so stay cool. akhirnya ibu-ibu yang satu angkot bertanya pada saya dan teman saya “mau turun di NF ya dek?”dengan kompak saya dan teman saypun menjawab” iya bu”. Spontan ibu-ibu tadi teriak ke abang angkot tadi “kiri kang!!” dengan muka bingung kami pun berterimakasih sama si ibu dan langsung turun. Alhamdulillah untung ada ibu-ibu yang nanya tadi,jadi kami gak terlalu jauh kelewatannya.

Alhamdulillah kita sampai di depan NF sesampai disana kami mampir dulu ke warung makan yang ada di depannya.
Dan sesudah mengisi perut kami melanjutkan perjalanan, tadi pas diwarung pembina kami sempat bertanya lokasi LSC#1 daaan Alhamdulillah sesuatu banget :D ,ternyata perjalanan belum usai sampai disitu. Jadi dari tempat NF tadi kami masih harus berjalan kedalam dengan tas yang lumayan berat dan
sesekali kami harus berhenti. Di perjalanan kita bertanya lagi sama akhwat-akhwat NF yang lewat hehe ternyata sedikit lagi sampai *alhamdulillah.
Setelah sampai di lokasi yang di kasih tau sama akhwat-akhwat NF tadi Alhamdulillah akhirnya ketemu gerbang, daan ternyata sesudah masuk dari gerbang tadi kami masih HARUS berjalan menjelajahi turunan yang gak kalah istimewanya sama tanjakkan angkot tadi *Masyaa ALLAH. Setelah sampai di gerbang ke2 mulai terlihat poster LSC, tidak lupa kita untuk berfoto-foto :D ,dan setelah masuk
gerbang
Subhanallah walhamdulillah walaillahailallah wallahuakbar masih ada turunan yang
amazing lagi ternyata pemirsah *kita bisa kita pasti bisa. Sesampainya di bawah ternyata masih sepi baru ada beberapa peserta dan kitapun langsung berkenalan serta tidak lupa saya mengelem dan menjemur sepatu saya yang terkena tragedi tadi hehehe.
ini jalan masuk sesudah dari gerbang terakhir- ini jalan yang harus di lewati sesudah dari gerbang1
#KEIKHLASAN
Sesudah sampe di lokasi dengan perjalanan yang tak terlupakan. pembina kami izin pulang ke jakarta setelah istirahat beberapa menit *SubhanAllah banget, sebenernya gak tega juga lihat perjuangan pembina kami yang dengan ikhlas mengantar kami sampai kelokasi dan langsung pamit pulang lagi ke jakarta :’) tapi kami hanya bisa berterimakasih dan berdoa supaya beliau sampai dengan selamat sampai ke jakarta lagi.
#LSC DIMULAI
Sesudah menunggu lumayan lama, tepat jam 4 sore peserta sudah banyak berdatangan dan panitia pun sudah mulai kelihatan :D karena banyak peserta yang baru dateng kami pun diberi waktu untuk berkenalan satu sama lain. Setelah itu kami disuruh berbaris menghitung untuk pembagian kelompok, saya pun sekelompok dengan teman-teman yang luar biasa banget. Saya dan kelompok saya sepakat untuk menamai kelompok kami ‘HASNA’ dan dengan jargon “hasnaaa, meong, ALLAHU
AKBAR!!”
Waktu sudah menunjukkan waktunya sholat magrib kami pun dengan serempak menuju ke musholah yang ada di bawah tempat kemah kami. Setelah sholat kami disuruh kumpul lagi sesuai kelompok masing-masing,dan disuruh membawa peralatan :
1. Makanan1x makan 5.kupluk/topirimba 9. Dan sarung tangan
2. Garam 6. Tali pramuka
3. Pisau 7. jas ujan/koplo
4. Lampu badai/senter 8. botol kosong
Selebihnya barang barang ditinggal di pos panitia dan kami pun di persilahkan membuat tenda dan api unggun sendiri sesuai kelompok. Disni ilmu pramuka berjasa banget, jadi kami mulai membuat tenda dari jas hujan dan tali pramuka yang kami bawa tadi untuk tidur malam ini dan sebagian lagi mencari kayu untuk membuat perapian. Malam sudah menyapa,sekitar jam 10an tenda kami pun akhirnya jadi, dan perapian sudah menyapa menghangatkan tubuh yang mulai kedinginan. Dengan membentuk lingkaran mengelilingi perapian kamipun memaka makanan 1x makan yang disuruh bawa tadi, selesai makan makan kami pun menunggu api mati baru kami bergegas tidur dengan beralaskan rerumputan dan diselimuti dinginnya suhu disana saya pun hanya bisa bertahan tidur didalam tenda samapai jam 1, saya memutuskan untuk keluar tenda dan ternyata banyak teman-teman yang merasakan kedinginan memutuskan untuk keluar tenda. Akhirnya kami pun menuju pos yang ada di bawah, di pos terasa sedikit hangat dibandingkan di tenda karena di pos terdapat lampu. Disitu saya melihat teman saya, ternyata dia sudah duluan merasakan kedinginan dan terlelap di pos, saya pun mencoba tidur di pos tapi tak kunjung lelap. Akhirnya teman saya pun terbangun dan kami pun berbincang-bincang di tengah malam diselimuti dinginnya suhu disana. Setelah beberapa lama kami berbincang kamipun mulai merasakan ngantuk, akhirnya kami mencoba tidur di bawah pos sambil nyendek di tiang-tiang pos tidak lama sesudah merasakan sedikit kenikmatan tertidur terdengar suara adzan subuh, saya dan teman sayapun langsung bergegas ke musholah u ntuk sholat subuh.
Pagi menyapa keriangan mulai terasa, kami dikumpulkan perkelompok dan melanjutkan acara yaitu outbound dari beberapa games yang ada kami dapat menyimpulkan bahwa kekompakkan dan kepercayaan dalam sebuah kelompok itu sangatlah penting. Satu demi satu permainan dan point pun terkumpul, selesai outbound kami dipersilahkan membeli peralatan makan denganpoint yang didapat dari games-games tadi, dan kelompok kami pun memilih untuk membeli:
1. Saringan ikan
2. Bajigur
3. Minyakgoreng, dan
4. Beras
Selesai berbelanja tadi kami di persilahkan untuk membenahi tenda dan mencari makanan dan memasaknya sendiri, saya dan kelompokpun berunding untuk membagi tugas mencari bahan-bahan makanan yang bisa dimakan. Ada yang mencari ikan di danau, mencari cabai di bukit, mencari kayu bakar, mencari bambu untuk memasak nasi, dan mencari tomat di belakang bukit. Saya kebagian mencari ikan di danau ber2 dengan teman sekelompok saya. Dengan jaring kecil tadi kami pun mengikatnya dengan bambu agar memudahkan untuk mencari ikan tanpa nyebur ke danaunya, tapi ternyata tidak semudah kebayangannya yang ada jaring kami hanya membawa batu-batu kecil.
Saya dan teman saya pun memutuskan untuk terjun langsung ke dalam danau seperti yang lainnya. Dan Alhamdulillah dapet udang sama ikan kecil hehe ^_^
Dengan penghasilan yang kami rasa sudah cukup banyak karena tidak dapat lagi akhirnya kami pun kembali ke markas yang sudah di sepakti tadi, dibawah pohon menghadap kali dan bukit dengan suhu
yang masih agak dingin kami mulai memasak hasil pencarian yang tadi sudah didapat. Alhamdulillah salah satu teman kami dapat labuh yang lumayan besar,akhirnya kami memasaknya dengan kelompok lain yang punya panci hasil belanja dari point outound tadi,karena kelompok kami kehabisan panci untuk dibeli XD.
Dengan nasi yang masih belum terlalu mateng tapi kami harus segera berkumpul lagi sesudah dzuhur nanti, kamipun memakan nasi dan ikan-ikanan yang tadi sudah dibakar dan kentang yang sudah kami bakar juga dan dibagi rata supaya kebagian semua. Sesudah sholat dzuhur kami semua berkumpul dan
melanjutkan acara yaitu apel pagi, sesudah perkenalan panitia dan penjelasan acara ini terbentuk kami pun di ajarkan cara bertahan hidup dengan memakan ikan, kami ditunjukkan cara memotong dan membuang bagian ikan yang tidak bisa dimakan. Ternyata sesudah memperhatikan caranya tadi kami disuruh langsung peraktek dan memakannya mentah-mentah di depan panitia satu persatu. *beeeeh kebayang dong amisnya gimana :3
Seusai menyantap ikan segar tadi kami di suruh bergegas dan membawa alat-alat yang semalem kami pakai untuk tidur. Ternyata kami dibawa menjelajah ke atas gunung. Beberapa kali kami berhenti di dekat sumber air, dengan botol kosong yang kami bawa tadi, kami pun mengambil air dari sungai-sungai yang ada untuk menghilangkan haus. Dengan perjalanan yang menanjak dan jauh saya dan teman saya tadipun bertemu dan melanjutkan perjalanan sambil berbincang-bincang menikmati pemandangan yang indah *masyaALLAH.
Dengan perjalanan yang jauh dan tak lupa dihiasi bebrapa kali kesasar akhirnya kamipun sampai di hutan yang penuh pohon besar dan rerumputan yang tinggi-tinggi, kamipun langsung mendirikan tenda kembali untuk tidur malam nanti dan mencari bahan-bahan makanan untuk dimakan malam ini. Kamipun menemukan singkong dan kentang dari perkebunan yang ada disekitar tenda, Alahmdulillah masih ada sisah labu tadi siang. Sesudah mendirikan tenda dan menemukan bahan-bahan makanan waktu sudah menunjukkan waktunya sholat magrib. Dengan sumber air yang ada di sekitar tenda kamipun berwudhu di situ dengan jarak antara ikhwan dan akhwat tidak terlalu jauh namun dipisahkan dengan jembatan dan pepohonan. Lantunan-lantunan ayat suci mulai terdengar dari segerombolan ikhwan yang sedang sholat berjama’ah, dan akhwat yang sholat dekat tendanya masing-masing. Sesudah sholat kami mulai membakar kembali bahan-bahan makanan yang kami punya tadi, dan dengan hangatnya bajigur yang menghangatkan suasana :D sesudah makan kami dikumpulkan dekat
tenda panitia untuk berdiskusi dan mendengarkan cerita-cerita tentang bertahan hidup dihutan, tanpa sadar saya dan beberapa teman-teman terlelap sejenak hehe. Akhirnya seusai cerita-cerita tadi tibalah waktunya untuk tidur,ternyata suhu di hutan tidak terlalu ekstrim dibandingkan dengan suhu di tempat awal kami bermalam. Waktu sholat subuhpun menyapa, terdengar suara adzan dari salah satu peserta ikhwan, dan kamipun langsung menuju sumber air untuk mengambil wudhu dan mengisi cadangan air yang hampir habis. Mentari bersinar dengan indah, semua peserta bergegas merapihkan tenda dan mulai datang makanan-makanan dari peserta lain yang bertugas memasak dari kelompoknya masing-masing
*Alhamdulillah begitu indah ukhuwah itu
Dan keesokan harinya kami bersiap-siap untuk turun dan kembali ke best camp, tapi sebelumnya kami harus membersihkan jejak-jejak dan alat-alat kelompok kami yang kami bawa sesudah itu kami dikumpulkan untuk sesi foto-foto *ajang narsis :D mulai dari perkelompok, per akhwat wa ikhwan, dan perdaerah.
Tapiiii sesudah itu kami gak langsung turun
begitu aja, disini momentum yang paling berharga dimomen ini kami semua
diajarkan untuk menjadi seseorang yang jujur, seorang muslim yang memang teguh
kejujuran, seorang pemuda dan penerus bangsa yang terus menjunjung arti sebuah
kejujuran. Disini kami dibuat berfikir dan menangis “bagaimana bisa penerus
bangsa, seorang anak rohis menjadi seorang pembohong!! Bahkan untuk mengikuti
aturan yang sangat mudah dan sedikit saja banyak aturan-aturan yang kalian
langgar” kurang lebih begitu ucapan salah seorang panitia yang sangat saya
ingat :’) seusai perenungan tadi kami masih harus melaksanakan satu tantangan
yaitu MAKAN CACING TANAH *woooww kebayang juga nggk buat makan cacing, dan ini
harus dimakan didepan panitia. Hmmm, megangnya aja udah jijik menggeliat-menggeliat
gimanaaaa gitu :D apalagi dimakan *ueeek, tapi disini kami di ajar untuk
bertahan hidup dan mau gk mau kami harus makan cacing itu. Okeee tantang itu
sudah berhasil dilewati,tapi ada salah satu peserta yang bener-bener gak kuat
buat makan cacing akhirnya dia gak berhasil melewati tantangan ini. Seusai
makan cacing akhirnya kita turun, tapi kami gak langsung ke best camp ternyata
masih ada lagi tantangan yang harus kami lewati yaitu mencari Harmis (kerang)
di rawa yang banyak daun hijau dan air yang ternyata berrrr dingin banget. Hanya
beberapa orang yang dapet harmisnya, dan sesudah itu kami harus mempertahankan
gelar keberhasilan mengikuti acara ini, dan salah satu yang jadi kenangan dalam
cerita saya yaitu peserta tadi gak makan cacing, kali ini dia harus memakan
harimis secara mentah-mentah dan masih fresh dari rawanya langsung. Alhasil
demi kami semua, demi kelulusan kami mengikuti acara ini dia pun memakan harmis
itu mentah-mentah :’) terimakasih saudari ku, perjuanganmu sungguh mengesankan.
Dari situ kami sudah remi menjadi angkatan pertama yang lulus dalam acara LSC#1
ini, dan mendapat gelar HARMIS RAWA. Yaaa itulah nama yang penuh makna untuk
angkatan pertama ini dan kamilah harmis rawa itu
dengan bangga dan penuh haru kami memegang nama yang penuh cerita itu :”)
#SESI PULANG \(^_^)/
Acara penutupan,sambutan dan
foto-foto bersama seluruh peserta dan panitia kami pun diperbolehkan untuk
bersiap-siap pulang. Saya dan teman saya pun tidak mau kehilangan momen ini
begitu saja, dengan pasti kami mengambil beberapa foto di titik-titik
pemandangan yang sangat indah hehe, oiya sebelum kami pulang kami ketemu temen
baru yang ternyata satu arah sama kami hehe alhamdulillah nambah temen pulang
:D sesudah bersih-bersih dan merapihkan alat bawaan kami langsung bergegas
pulang dan menaiki anak tangga yang kami lewati pertama kali waktu kami pertama
kali dateng. Tapi sebelum sampe digerbang ada salah satu panitia yang
menanyakan kami dari daerah mana, dan ternyata kaka panitia itu pun satu arah
juga dengan kita dan ngajak pulang bareng-bareng ^^ akhirnya dengan senang hati
kamipun kami mengiyakan. Ternyata kaka tadi gk tau jalan menuju ke jakarta,
tapi alhamdulillahnya kami di ajakin bareng sama kaka panitia lain sampai ke
pasar lembang *alhamdulillah gak jalan terlalu jauh kaya pertama dateng heheh
Dan kami pun naik angkot sama
seperti kami menuju ke lokasi kemarin tapi sayang di tengah jalan terjebak
macet dan abangnyapun memilih lewat jalan alternatif yang lumayan jauuuuh,
dengan muka ngantuk dan panikpun saya dan teman saya bertanya-tanya dengan
sedikit bisik-bisik. Kami takut kami salah angkot dan menyusahkan kaka panitia
dan teman baru kami tadi, sambil melihat peta di HP kamipun memastikan jalan.
Dengan harap-harap cemas sambil memerhatikan jalan dan peta di HP kamipun
akhirnya sampe ditempat yang sama seperti waktu pertama kali, yaitu di terminal
LW.panjang- terminal bandung. Akhirnya kami langsung naik kopaja yanng menuju
terminal bandung, di tengah perjalanan yang mulai membawa saya ke posisi lelap kami
semua dibuat terkejut karna kopaja yang kami naiki tadi mogok di jalan, dan
alhasil kami keingungan mau naik apa lagi menuju terminal depok, dengan
bantuan bapak-bapak yang ditanya kaka panitia tadi kami dan penumpang kopaja
tadi menyewa angkutan umum.
Akhirnya kamipun sampai di terminal kurang lebih
pukul 19.00 sesampai disana kami gak ketemu bus MGI yang menuju depok, dan
dengan sabar kami menunggu sampai bus nya datang, kurang lebih 2 jam kami
menunggu bua MGI pun muncul tapi sayang udah penuh :”” akhirnya kamipun
memutuskan untuk naik bus lain, arah bandung – kuningan, ternyata harganya
lebih murah dan fasilitasnya juga sama bagusnya dengan bus MGI. Dengan rasa
bahagia akhirnya kami bisa beristirahan dan bisa tidur di bus dengan penuh
syukur akhirnya di perjalanan pun kami semua mulai terlelap. Mulai memasuki
jalan TOL di kilometer 32 lagi-lagi kami masih harus menghadapi tantangan yaitu
ban bus yang kami tumpangi ternyata bocor di tengah Tol.
Subhanallah, begitu
banyak pengalaman dan cerita yang kami lewati bersama, kurang lebih 1
½ jam kami menunggu bus lain buat
mengangut kami akhirnya dateng juga bus lain, wallaupun gk kebagian tempat
duduk kami sudah seneng ko masih diberi kemudahan untuk sampai ke rumah :’) dan
tujuan bus pun berbeda ternyata bus yang saya tumpangi menuju ke arah
Kp.rambutan, baru banget dapet tempat duduk dan ingin bersantai setelah sekian
lama berdiri ternyata busnya sudah sampai tujuan *sedih :D sesampai di
Kp.rambutan kami pun menunggu sampai di jemput oleh sanak saudara
masing-masing. Satu persatu salah satu dari kamipun sudah dijemput oleh
keluarganya, dan tinggal saya dan kaka panitia tadi yang menunggu sampai saya
dijemput. Waktu sudah menunjukkan pergantian hari. Sekitar jam 1.30 saya pun
akhirnya dijemput sama kaka yang dengan ikhlas menjemput saya di Kp.rambutan
ditengah malam dan saya pun langsung berterimakasih dan pamitan pulang sama
kaka panitia tadi serta melajutkan perjalanan menuju rumah, sekitar pukul 2.10
saya pun sampai dirumah dengan selamat dan sehat wal’afiat Alhamdulillah ya
Allah ({})
selesaiiiiiii hehehe gimana gimanaaa seru gak ?? serukan?! Dan pengalaman bau
ini gk akan saya lupakan, ini pengalaman pertama dan tak terlupakan bagi saya
hehehe yasudah lah kalau begitu tanpa basa-basi lagi saya sudahi cerita ini,
jangan lupa tinggalkan sedikit tanggapan mengenai cerita saya ini yaaaaa ^^
sekian.
wassalamu’alaikum warahmatulllahi wabarakatu.